1. Babak Baru (4)

Beginilah cara aku menghabiskan sisa hariku. Malam terasa sangat lambat merayap menuju fajar. Membosankan. Seringkali aku membawa pekerjaan sekolah pulang ke rumah karena kesulitanku untuk terlelap di malam hari. Dengan bekerja, aku dapat melalui malam yang semakin sunyi. Lepas tengah malam barulah datang lelah, sehingga mempermudah mataku mengajak tubuh beristirahat. Seringkali aku menulis syair, puisi atau sekedar ceritaku sepanjang siang untuk mengatasi kesulitan tidurku. Tentu saja tidak pernah kukirimkan pada penerbit. Itu kan hanya kegiatan perintang waktu saja.
Semakin kupikirkan, semakin rumit aku menikmati jalan hidupku. Masih terngiang ucapan teman-teman sesama guru memotivasiku agar segera menikah. "Sudahlah Win, nggak usah terlalu pilih-pilih. " atau, “Kenapa sih kamu nggak mau dengan Rian atau Peter? Nggak ada tuh cowok yang sempurna.  Mereka cukup handsome walaupun gajinya lebih kecil dari kamu... " Mereka mengucapkan dengan manis, tapi membuat hatiku meringis. 
Bukannya aku pilih-pilih atau tidak mau berjodoh dengan lelaki yang penghasilannya lebih kecil dariku, bukan itu. Tapi aku benar-benar tidak dapat membuka hati pada lelaki lain. Sudah ada nama seseorang yang mengisi hatiku. Aku masih belum mampu menerima orang lain menjadi orang yang istimewa di hatiku selain dia. Hatiku telah penuh dengan namanya.
Kuraih buku harian di meja mungil sebelah kanan tempat tidurku. Kubuka lembaran terbaru yang masih kosong dan langsung saja kutorehkan tinta hitam di atasnya.

Temaram senja
Mentari bergulir menyelami danau
Biaskan jingga di bibir dermaga

Riak ombak menghapus lukisan
Yang penat kugores di atas airnya
Sedari tadi

Perlahan kelam mengabuti langit
Satu per satu gemintang bertaburan
Menengadah aku, harapkan bulan
Membawa berita
Yang dihembuskan angin

Tentang dia, senyumnya…
Tentang dia, kabarnya…
Tentang dia, bahagianya…

Malam semakin kelam, tanpa kentara rasa kantuk membiusku total hingga aku tak berdaya dibawanya ke alam tidurku…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

3. Hujan