PUISI TENTANGMU

TERBIASA SENDIRI
BY: WIWIT

Berulangkali aku melihat langkah gontai itu
Menapaki cadas, terbata-bata di pendakian
Tertegun, kemudian melecut diri
Menjadi lebih pasti melangkahi batuan tajam

Meneropong aku dari kejauhan
Memandangi punggung yang semakin kecil lalu menghilang
Dalam kabut kerinduan yang memekat sukma
Abu-abu, nyaris kelam

Tawa, mengapa kau tak terdengar
Mengapa tinggalkannya tertatih-tatih di tebing tajam
Mengumpulkan tenaga
Menggapai, namun tak tergapai
Mengapa berkhianat, berpaling dari kenyataan
Hempaskan dia ke jurang kedukaan

Angin menyampaikan kabar padaku tentangmu
Bahwa kau tak apa
Bahwa ragamu telah lupa
Bahwa kalbumu terbiasa luka

Tinggal aku merenung tergugu, terpaku
Mengacuhkan rintih yang semakin riuh
Mencemaskan kau yang jauh
Lalu menggantung harap pada langit
Semoga kau terbiasa sendiri

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

3. Hujan